Insiden Serangan Hacker Paling Mengerikan di Dunia

AnakRegular - Inilah setidaknya empat serangan hacker paling mengerikan yang pernah terjadi di abad modern

Saat ini kejahatan cyber bisa dikatakan sebagai salah satu kejahatan yang paling berbahaya di dunia. Walau tidak secara langsung menimbulkan korban jiwa namun kejahatan cyber bisa menyebabkan kerugian yang amat tak ternilai harganya. Yah kejahatan cyber yang digawangi oleh para hacker ini kerap kali menimbulkan efek signifikan seperti hancurnya sebuah negara.

Saat ini banyak negara yang sedang berlomba membangun keamanan cybernya, mulai dari melatih orang-orang dengan kemampuan coding yang luar biasa hingga menyewa para hacker yang memang sudah memiliki kemampuan sangat luar biasa. Yah sebuah negara yang tak memiliki keamanan kuat di bidang cyber nya bukan tak mungkin akan mengalami kehancuran hanya karena serangan atau peretasan para hacker yang bersebrang jalan.

Ya, di dunia ini sudah banyak terjadi berbagai aksi dan serangan hacker yang tak sedikit menimbulkan kerugian yang sangat besar. Seperti yang dilakukan oleh Amerika terhadap beberapa negara di Asia begitu pula sebaliknya. Berikut anakregular informasikan empat aksi serangan hacker berbahaya paling mengerikan di dunia. Silahkan disimak : 

Insiden Serangan Hacker Paling Mengerikan di Dunia

Aksi Hacker Sony Entertainment Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah

AnakRegular - Tahun 2014 mungkin bisa dikatakan sebagai tahun paling mengerikan bagi perusahaan besar ternama di Amerika. Yah Sony Picture Entertaiment di tahun tersebut telah mengalami insiden peretasan besar-besaran yang menyebabkan hampir semua datang rahasia perusahaan hilang. Terlebih salah satu produk terbarunya yakni film komedi tentang percobaan pembunuhan presiden diktator Korea Utama Kim Jon Un hilang dan tak jadi tayang.

Dampak tidak diputarnya film komedi tersebut memang tak luar biasa, namun yang menjadi masalah atas insiden peretasan tersebut adalah bocornya email privat serta beberapa dokumen penting lainnya. Bahkan lebih ironisnya lagi sang pemimpin di perusahaan tersebut kala itu terpaksa turun jabatan setelah sebuah email pribadi miliknya yang berisi umpatan dan ejekan kepada presiden Obama dan Angelina Jolie terkuak ke publik.

Uniknya, pihak Pemerintah Amerika Serikat secara mengejutkan langsung menuduh Korea Utara sebagai otak di balik peristiwa ini. Hal ini menorehkan sejarah, di mana ini adalah pertama kalinya Amerika Serikat mengkambinghitamkan negara lain atas sebuah serangan cyber. Pihak Korea Utara sesegera mungkin membantahnya, dan akhirnya meninggalkan pertanyaan besar bagi warga dunia tentang siapa yang melakukan salah satu kejahatan terbesar via cyber ini.

Kebangkitan Rusaknya Amerika Oleh Hacker Iran

AnakRegular - Mungkin bisa dikatakan sebuah ironi yang tak terbantahkan. Sebuah negara hancur dan jatuh oleh serangan hacker dan kini dinegara hancur tersebut tumbuh besar kelompok hacker yang siap membalas dendam dengan cara mengerikan. Adalah negara Iran yang awalnya telah mengalami insiden peretasan terhadap sentrifugal nuklir yang menjadi rusak.

Untuk memerangi kejahatan cyber tersebut, pemerintah Iran dengan tegas membangun sebuah pasukan cyber yang didanai langsung dari negara bahkan tak tanggung tanggung dana yang dikeluarkan untuk memperkuat hacker negara sangatlah besar yakni senilai USD 20 juta. Adapun hasil dari kinerja para hacker pemerintah ini telah berhasil menyerang cyber Amerika seperti sektor finansial dan sistem kontrol bendungan. Pada tahun 2012 silam bisa menjadi puncak dari aksi mengerikan hacker iran ini.

Selain amerika, Arab Saudi pun mendapatkan dampak mengerikan dari serangan hacker Iran dikatakan perusahaan minyak Amerika yang beroperasi di tanah Arab in berhasil di bobol. Setidaknya ada 35K komputer mati total dalam aksi hacker mengerikan ini. Selain itu ada penyerangan yang dibocorkan dalam salah satu dokumen dari Edward Snowden ini, telah menunjukkan kemampuan Iran secara jelas dalam aksi kejahatan cyber. Saat ini, Iran mempunyai pasukan cyber terbesar nomor 4 di dunia, di belakang Rusia, China, dan Amerika Serikat.

Aksi Hacker Amerika Dalam Melumpuhkan Iran

AnakRegular - Sebelum jauh Iran membangun pasukan Hacker mengerikan di dunia, Amerika ternyata telah lebih dulu melakukan aksi kejahatan cyber. Hal ini dilakukan pada tahun 2006 dimana presiden Amerika kala itu George Bush yang amat merasa geram dan gelisah terhadap upaya Iran dalam memperkaya Uranium dan mau memproduksi sendiri roket nuklir sendiri.

Karena saat itu Bush sedang sibuk dalam berbagai hal seperti perang Iraq dan agresi militer Amerika Serikat di Timur Tengah yang juga melibatkan Israel, akhirnya Amerika Serikat memberi peringatan terhadap Iran dengan 'senjata' yang tentu lebih canggih dari nuklir, yakni cyber. Sebuah 'senjata cyber' yang mempunyai kode "Olympic Games" lalu diganti menjadi "Stuxnet" ini dirancang oleh para peneliti keamanan komputer untuk membobol pertahanan nuklir Iran.

Kode tersebut akhirnya bisa masuk ke fasilitas nuklir Iran, bahkan bisa merusak sistem kontrol nuklirnya secara spesifik. Caranya adalah dengan mengatur kecepatan sentrifugal yang menjadi kunci dari pengembangan nuklir tersebut, ketika kecepatannya dipercepat atau diperlambat, lama-kelamaan sistem akan tak terkontrol dan rusak dengan sendirinya. Hal ini terjadi dalam 13 hari setelah peretasan.

Iran sendiri tak pernah mengakui hal ini, di mana kambing hitam kerusakan sistem nuklir tersebut ditujukan ke ilmuwan dan insinyur yang bekerja di proyek tersebut. Hal ini awalnya memang tak disadari oleh Iran karena saking canggihnya peretasan ini, setitik jejak pun sama sekali tak tertinggal. Jangankan Iran. Liam O'Murchu, director dari Symantec menyatakan bahwa hal seperti ini tak pernah terjadi sebelumnya.

Aksi Hacker Yang Lumpuhkan Satu Negara

AnakRegular - Serangan hacker besar besaran juga terjadi di negara Estonia Eropa. Kejadian tersebut terjadi di tahun 2007 silam dimana sebagian besar website pemerintah Estonia mati total. Bahkan dari serangan hacker tersebut website dari sang presiden dan beberapa menterinya pun hilang terhapus secara permanen.

Peretasan ini juga terjadi di sektor finansial dan juga situs-situs media di Estonia. Kejadian ini berlangsung dalam 21 hari, di mana Estonia harus menjalani hidup tanpa internet dalam jangka waktu tersebut. Saking masifnya, kejadian ini dijuluki "Web War One," sebuah plesetan dari World War One. Hal ini terjadi diduga karena Pemerintahan Estonia memutuskan untuk menurunkan sebuah patung dari era Soviet dari ibukota negara di Eropa Utara tersebut, Tallinn.

Estonia menuduh Rusia sebagai otak dibalik kejahatan teknologi ini. Meski ternyata akhirnya diketahui bahwa orang Rusia-lah yang 'memotong' koneksi Estonia dari dunia luar dengan memutus internetnya, ternyata sang hacker tidak disponsori oleh Pemerintah Rusia. Meski demikian, peretasan ini tetap jadi perhatian dunia di mana belum pernah terjadi peretasan sebuah negara yang merusak segala aspek digital dalam satu negara.

Pemerintah Estonia yang sejak awal sudah membuat berbagai aksi untuk melawan hal ini, akhirnya mengalokasikan uang negara secara besar-besaran untuk urusan keamanan cyber di Estonia.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.