Lima Tradisi Perayaan Lebaran Paling Unik di Dunia

AnakRegular - Inilah lima tradisi merayakan lebaran paling unik dari seluruh penjuru dunia

Ramadhan memang telah berakhir dan hari raya Idul Fitri pun telah selesai di laksanakan, namun semarak serta kemeriahan hari kemenangan ini masihlah terasa hingga sekarang. Idul Fitri atau yang biasa dikenal dengan istilah lebaran memang menjadi momen yang sangat berbahagia bagi umat islam di seluruh dunia. Lebaran juga kerap menjadi sesuatu yang istimewa karena semua umat muslim bisa berkumpul bersama keluarga tercinta.

Dalam menyambut datangnya hari raya Idul Fitri, masyarakat Indonesia bisa dikatakan sebagai juaranya. Masyarakat muslim di Tanah Air memang memiliki tradisi khas yang sulit untuk di cari di negara muslim lainnya. Misalnya tradisi mudik dari kota besar ke kampung halaman secara besar-besaran , membuat ketupat, serta memasak kuliner wajib seperti Opor Ayam adalah salah satu kelebihan tradisi di Indonesia.

Kendati begitu, umat muslim di pelbagai negara tetap punya caranya masing-masing merayakan Idul Fitri. Ada yang menempatkan Idul Fitri tak lebih meriah dibanding Idul Adha. Namun ada juga negara, yang seperti Indonesia, memberlakukan libur nasional panjang untuk menandai akhir bulan puasa.

Berikut adalah lima tradisi perayaan Lebaran paling unik di dunia, yang khas di setiap negara. Unik di sini artinya seperti kehadiran ketupat atau baju koko yang hanya ada dalam kebiasaan muslim Indonesia.

Lima Tradisi Perayaan Lebaran Paling Unik di Dunia

Tradisi Muslim Palestina Pelesir Ke Pantai Israel Saat lebaran

AnakRegular - Seperti yang kita tahu Israel dan Palestian memanglah dua negara yang saling bersengketa, hampir tidak ada kata yang pas untuk menggambarkan kekejaman dari negara Israel. Namun dibalik permusuhan yang abadi antara dua negara di timur tengah ini ternyata ada satu cerita unik didalamnya, yah disana ternyata ada salah satu tradisi unik di saat lebaran tiba.

Seperti yang kita ketahui, mayoritas penduduk Israel adalah Yahudi dan sangat sedikit yang beragama islam, tentu karena tak ada islam maka hari raya idul fitri pun tidaklah ada di Israel. Namun satu yang unik, sepanjang libur tiga hari setelah berakhirnya bulan Ramadhan, pantai-pantai besar yang ada di Israel akan di penuhi umat muslim palestina. Ko bisa?

Salah satu yang paling padat adalah pantai Mediterania di Ibu Kota TelAviv. Pada saat liburan tersebut ribuan umat muslim dari tepi Barat atau Yerussalem Timur, Palestina akan di berlakukan khusus oleh pemerintah Israel untuk mengunjungi pantai.

Tentu pemandangan ini sangatlah langka, dimana orang-orang Palestina bisa menginjakkan kaki dengan suka cita di pantai yang selama ini mereka idamkan. Izin kunjungan ini diberikan Pemerintah Zionis terutama bagi warga Tepi Barat yang sebagian sanak saudaranya tinggal di wilayah jajahan Israel.

Tradisi Topi Warna Warni Muslim Uighur Saat lebaran di China

AnakRegular - Tradisi unik saat lebaran selanjutnya datang dari komunitas muslim di negara Tiongkok. Komunitas Muslim Uighur di Provinsi Xianjiang ini memiliki salah satu tradisi unik yang selalu dilakukan saat lebaran tiba. Salah satu yang paling khas adalah setiap orang, tua-muda, akan mengenakan topi warna-warni, menyerupai peci bagi muslim di Indonesia.

Topi itu dipakai oleh setiap anggota keluarga saat mengunjungi tetangga atau saudara berbeda rumah. Sudah biasa pula di Xinjiang, bagi pejabat Partai Komunis China untuk mendatangi rumah-rumah ulama sehari menjelang Salat Ied. Mereka akan diminta ikut buka bersama.

Dibanding warga Hui, penduduk Xinjiang kurang bebas dalam menjalankan ajaran Islam. Pemerintah China memandang etnis Uighur punya kecenderungan radikal, sehingga sehari-hari melakukan pengawasan ekstraketat bagi pemeluk Islam.

Namun mengingat jumlah muslim sangat banyak di Xinjiang, terdapat lebih dari 24 ribu masjid, alhasil ada beberapa pengecualian diberikan oleh pemerintah komunis. Misalnya saja, libur Idul Fitri di kawasan otonomi Uighur mencapai lima hari, lebih banyak dibanding libur hari raya agama lainnya.

Tradisi Melihat Hilal Bersama Di Afrika Selatan

AnakRegular - Dalam menyambut dan merayakan hari kemenangan muslimd i Afrika memang tidak berbeda dengan muslim di belahan dunia lainnya. Namun satu yang unik dan berbeda dengan negara lainnya, muslim Afrika memiliki cara unik dalam menyambut hari kemenangan umat islam seluruh dunia ini, yah satu malam sebelum Hari raya tiba muslim di Afrika biasa memiliki kebiasaan melihat hilal bersama-sama.

Ratusan umat muslim di Kota Cape Town akan sengaja datang ke puncak bukit Green Point yang berada di tepi pantai. Mereka beramai-ramai melihat posisi hilal yang menandakan berakhirnya bulan Ramadan.

Ritual ini sudah berlangsung bertahun-tahun di Afrika Selatan. Setelah dipastikan hilal terlihat, maka ratusan orang bersama keluarga masing-masing akan menggelar buka puasa bersama. Mereka lantas beranjak melakukan tarawih bersama di Masjid Jami Cape Town, seperti dilansir situs the holiday spot.

Tradisi Ziarah Kubur Ala Etnis Muslim Hiu di China

AnakRegular - Ziarah kubur memang menjadi kebiasaan dan bahkan kewajiban muslim dikala salat ied sudah dilaksanakan. Orang-orang akan saling berbondong-bondong berangkat ke pemakaman untuk melakukan ziarah kubur kepada makan sanak saudara yang telah meninggal dunia. Namun satu yang ternyata di China tepatnya dari ras atau etnis Hiu di Provisi Ningxia adalah salah satu tradisi ziarah kubur yang berbeda dengan lainnya.

Ziarah kubur mereka terlihat unik karena masih memakai hiu atau dupa, laiknya tradisi khas warga Tionghoa. Umat muslim di China biasanya memanjatkan doa selain untuk keluarga, juga ditujukan buat ribuan nenek moyang mereka yang tewas akibat Revolusi Kebudayaan serta persekusi Dinasti Qing.

Tradisi Manisan di Turki Saat Lebaran Tiba

AnakRegular - Terakhir tradisi unik dalam menyambut Lebaran datang dari negara Turki, masyarakat Turki menganggap Idul Fitri lebih penting dari Idul Adha. Karenanya sama seperti Indonesia pemerintah disana akan memberikan libur nasional selama tiga gari selama perayaan lebaran.

Namun yang berbeda dari perayaan Idul Fitri di Tanah Air terletak pada tradisi kulinernya. Permen atau gulali akan sangat melimpah di rumah-rumah keluarga muslim Turki setelah Salat Ied. Warga setempat menyebut Idul Fitri sebagai 'Hari Raya Gula' alias Seker Bayram. Setiap keluarga akan mengantarkan manisan, permen, dan semacamnya ke tetangga mereka, seperti dilansir situs eid.net.in.

Permen ini jadi komponen wajib, sudah biasa jika anak kecil akan berkeliling kampung untuk mencari gula-gula sebanyak mungkin. Bagi orang Barat, tradisi Idul Fitri di Turki sekilas lebih mirip Helloween. Turki juga mengenal tradisi mudik, namun skalanya tidak sebesar di Pulau Jawa. Biasanya umat muslim akan melakukan ziarah kubur setelah salat Ied.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.