Tradisi Seksualitas Paling Mengerikan Oleh Suku Pedalaman Indonesia

AnakRegular - Indonesia dengan segala keberagamannya dan juga suku bangsanya ternyata memiliki beberapa tradisi seksualitas yang bisa dikatakan sangat mengerikan menyeramkan dan harus segera dihapuskan

Indonesia adalah negara kaya dengan segala yang dimilikinya. Indonesia memiliki banyak suku bangsa yang tersebar luar di seluruh penjuru pulau Indonesia. Dari banyaknya suku tersebut tentua banyak pula tradisinya, salah satu tradisi yang mungkin akan selalu diingat oleh banyak orang adalah tradisi pernikahan dan juga tradisi kedewasaan yang sampai sekarang masih dilakukan oleh beberapa suku di Indonesia, khususnya suku pedalaman.

Tradisi perkawinan dari beberapa suku Indonesia tak hanya sekedar menyatukan dua keluarga saja, melainkan ada unsur kepentingan suku serta unsur keyakinan yang dipercayai. Perkawinan kemudian berhubungan badan tidak seperti yang banyak dilakukan bukan hanya menyalurkan hasrat kemudian selesai namun ada makna mendalam dari hubungan tersebut.

Bahkan di beberapa suku orang yang menikah tak selalu harus langsung hidup bersama. Ada yang di pisah dahulu dan ada pula yang diberikan tes sebelum bisa menjamah pasangannya.

Di Indonesia sendiri tradisi-tradisi tersebut masih dipegang teguh oleh suku suku pedalaman terutama di tanah Timur Indonesia. Tradisi pernikahan dan kedewasaaan yang bisa dikatakan sangat mengerikan bagi kita orang di barat Indonesia menurut mereka adalah sebuah kewajiban.

Ada yang menikah namun di pisahkan tak pernah bersama ada pula yang disunat dan langsung di suruh melakukan hubungan badan. Karena itulah beberapa tradisi tersebut dikatakan sebagai tradisi seksualitas paling mengerikan di Indonesia.


Tradisi Perkawinan Aneh Suku Marind - Papua

Tradisi Seksualitas Paling Mengerikan Oleh Suku Pedalaman Indonesia

AnakRegular - Tradisi perkawinan Aneh di tanah papua pertama datang dari Suku Marid. Adalah seorang penulis Belanda yang telah berhasil mengungkapkan fakta sosial nan aneh di dalam kehidupan suku tersebut. Melalui bukunya yang berjudul Manusia Irian, sang penulis menjabarkan jika setelah menikah pasangan laki-laki dan perempuan dari suku marind akan hidup bersama. 

Namun yang aneh dalam tradisi mereka adalah di malam pertama setelah pernikahan sang mempelai pria tidak suka atau bahkan dilarang oleh sukunya untuk tidur atau menghabiskan malam bersama istrinya.

Kebanyakan dari pria disana setelah menikah akan menghabiskan malam bersama pria juga (Homokah?). Mereka kaum pria (suku marind) beralasan jika para pria dari suku marind tidak begitu saja menyerahkan diri sepenuhnya kepada wanita. Tidur dengan seorang wanita (istri) dimalam pertama bagi mereka akan membuat para pria menjadi hilang kehormatan serta pamornya di masyarakat suku? Terus nikmatnya menikah di sana apa coba?

Tradisi Perkawinan Gemblak Ala Ponorogo Kuno

Tradisi Seksualitas Paling Mengerikan Oleh Suku Pedalaman Indonesia

AnakRegular - Di tanah Ponorogo (jawa) pernah ada sebuah tradisi kuno bernama Gemblak. Entah masih dilakukan sampai sekarang atau sudah hilang di telan zaman. Dalam prakteknya perkawinan ini dilakukan dengan beberapa acara. Dan pada puncaknya setelah resmi menikah pasangan suami istri ini tidak serta merta hidup bersama layaknya pasangan yang berbahagia. Menurut adat disana setelah menikah pasangan wanita akan diambil atau tidak bersama dengan keluarganya, sedangkan si pria akan tidur di temani oleh Gemblak.

Dalam tradisi ponorogo Gemblak di artikan sebagai seorang pria juga (Homojugakah?), tapi gemblak bukanlah pria biasa. Dikatakan Gemblak dari sejarahnya selalu tampan dan merupakan teman tidur dari Warok atau semacam tetua atau orang penting di adat ponorogo. Si pengantin pria dan Gemblak ini dalam aturan ponorogo akan melakukan hubungan badan. Ih jijik yah!

Ritual Badan Ekstrim Alam Suku Kelepom Untuk Kedewasaan

Tradisi Seksualitas Paling Mengerikan Oleh Suku Pedalaman Indonesia

AnakRegular - Lain halnya dengan apa yang dilakukan oleh Kelepom di tanah Papua berikut ini. Sebagai suku pedalaman nan asli masih terjaga sampai sekarang, mereka masih memegang keyakinan yang sudah turun temurun di wariskan oleh nenek moyang. Ya salah satunya adalah ritual kedewasaan yang dikhususkan oleh kaum wanita dari suku kelepom.

Wanita dari suku kelepom akan dikatakan sudah dewasa dan sudah memiliki tanggung jawab sendiri jika sudah dijamah tubuhnya oleh para pria yang sudah menikah di sana. Menurut keyakinan mereka pria yang sudah menikah dianggap memiliki keistimewaan dan akan memberikan berkahnya kepada gadis muda. Setelah ritual ini selesai, si wanita akan langsung dianggap sebagai sosok dewasa yang sudah siap mengemban banyak tanggung jawab.

Tradisi Hubungan Sesama Jenis Untuk Sebuah Kedewasaan

Tradisi Seksualitas Paling Mengerikan Oleh Suku Pedalaman Indonesia

AnakRegular - Ritual kedewasaan memang kebanyakan selalu menyisipkan hubungan badan. Tak hanya yang terjadi di Timor Barat saja, tapi juga beberapa suku di Indonesia timur. Namun, ritual hubungan badan ini berbeda bentuknya.

Ya, dikatakan oleh Gilbert H. Herd dalam bukunya, seorang remaja baru dianggap dewasa jika ia sudah berhubungan badan dengan dukun. Hal yang menghebohkan dari ritual ini adalah si dukun ternyata adalah seorang pria. Jadi, ya, ini adalah hubungan antara sesama pria. Ritual ini juga wajib hukumnya jika seorang remaja akan beranjak menuju pintu kedewasaan.

Tradisi Sunat Kemudian Hubungan Badan Ala Suku di Timor Barat

Tradisi Seksualitas Paling Mengerikan Oleh Suku Pedalaman Indonesia

AnakRegular - Sunat dalam ajaran agama adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan. Di beberapa suku juga sunat dikatakan sebagai ritual kedewasaan yang cukup penting dan harus dilakukan. Peristiwa pemotongan dan pembuangan pada bagian vital pria ini dilakukan guna mencapai kedewasaan si pria. Salah satu tradisi aneh dan mengerikan atau menyenangkan bagi mereka adalah tradisi sunat yang dilakukan pada remaja di suku di Timor Barat.

Tak hanya sekedar sunat atau pemotongan kulup saja, namun setelahnya atau masih sakit karena sunat si remaja di haruskan melakukan hubungan badan dengan para wanita yang sudah di pilih suku. Jadi, ketika luka setelah pemotongan belum benar-benar sembuh, si laki-laki ini haruslah berhubungan dengan wanita.

Tujuannya adalah untuk membuang panas di alat kelaminnya. Dan secara filosofi menurut mereka adalah membuang sial. Ritual ini wajib dilakukan dan jika sudah sembuh, maka si laki-laki tersebut akan jadi pria sejati.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.