Empat Demo Mogok Makan Paling Lama Dalam Aksi Menentang Pemerintah di Dunia

AnakRegular - Inilah deretan aksi mogok makan paling mengerikan yang pernah tercatat dalam sejarah dunia

Salah satu aksi yang sering dilakukan dalam menentang pemerintah atas kebijakan yang dirasa sangat merugikan rakyat adalah demo. Banyak jenis demo yang dilakukan oleh beberapa kelompok dalam menyuarakan ketidaksukaan terhadap hukum atau kebijakan yang di buat. Salah satunya adalah demo dalam aksi mogok makan.

Ya, aksi mogok makan kerap kali dilakukan oleh beberapa aktivis. Biasanya dalam aksi tersebut para pendemo masih mau minum cairan namun menolak mengonsumsi makanan padat. Dalam askinya para pendemo ini akan melakukan protes dalam bentuk aksi mogok makan yang cukup lama, mulai dari harian, bulanan, hingga ada yang mogok makan sampai hitungan tahun.

Namun sayang walau aksi mogok makan mereka terbilang ekstrim, tak sedikit hati pemerintah yang tersentuh, tak ada hasil seperti yang diinginkan malah pemerintah menganggap aksi mogok makan sebagai tindak kriminalitas. Karena itu pendemo pun mengakhiri aksi mogok makannya karena beragam alasan.

Meski begitu sebagian dari mereka masih tetap mendapat dukungan dan bahkan ada yang mendapatkan penghargaan dari organisasi-organisasi Internasional. Berikut anakregular informasikan empat aksi demo mogok makan paling ekstrim terlama di dunia. Silahkan disimak :

Irom Chanu Sharmila Si Wanita Besi India Yang Mogok Makan Selama 16 Tahun

Empat Demo Mogok Makan Paling Lama Dalam Aksi Menentang Pemerintah di Dunia

AnakRegular - Kisah akan aksi mogok makan paling mengerikan pertama datang dari seorang aktivis perempuan asal India bernama  Irom Chanu Sharmila. Wanita berusia 44 tahun ini di juluki sebagai wanita besi di negaranya karena dalam rentan waktu yang cukup lama yakni 16 tahun wanita ini tidak makan melalui mulutnya. Hal tersebut dilakukan sebagai aksi protes kepada pemerintah.

Namun tepat setelah 16 tahun berlalu Sharmila akhirnya mengakhiri aksi mogok makannya yang mulai merasakan kembali makan normal dengan mulutnya. Walau aksi mogok yang lama sekali, perubahan pun tidak ia dapatkan, malah aksi mogok makan yang dilakukan dinyatakan sebagai tindak kejahatan, jika sang aktivis terus melakukan aksi mogok, dikatakan ia bisa dijatuhi hukuman akibat percobaan bunuh diri. Kini 16 tahun berlalu, Irom Chanu Sharmila dikatakan akan masuk dalam dunia politik India.

Selama 16 aksi mogok tersebut dikatakan,  Irom Chanu Sharmila makan melalui selang yang dipasang di lubang hidungnya (bisa dibayangkan makan dalam hidung, ngeri sekali bukan). Adapun dari pengakuannya, ia mengatakan jika aksi mogok makan tersebut dilakukan sebagai tindak protes kepada pemerintah yang kala ini terjadi pembantaian Malom yang dilakukan oleh tentara dan menewaskan sekiranya 10 orang di desa kecil di Imphal, India.

Walau aksi mogoknya tidak membuahkan hasil seperti keinginannya, namun dukungan dari masyrakat dari beberapa tokoh dan masyarakat terus mengalir. Adapun keluarga dari korban tewas dalam pembantaian Malom juga menyatakan dukungan pada sosok wanita besi ini apabila ia benar-benar bisa masuk dalam dunia politik negara.

Guillermo Farinas Hernandez Mogok Makan 7 Bulan Untuk Menentang Pemerintah

Empat Demo Mogok Makan Paling Lama Dalam Aksi Menentang Pemerintah di Dunia

AnakRegular - Kisah mogok atas dasar ketiksukaan terhadap pemerintah juga dilakukan oleh seorang pria bernama Guillermo Farinas Hernandez. Ia adalah sebuah jurnalis dan juga aktivis politik di negara Kuba. Dari pengakuannya ia menceritakan pernah melakukan beragam aksi ekstrim dalam melawan rezim pemerintah yang dirasa sangat salah menurut dirinya.

Dari pengakuannya ia siap mati dan mengorbankan nyawa demi menentang program pemerintah yang dirasa sangat merugikan rakyat, salah satu aksi ekstrim yang dilakukannya adalah mogok makan selama 7 bulan lamanya dalam menentang sistem sensor yang dilakukan pemerintah.

Di beritakan oleh beberapa media internasional, pada tahun 2006 adalah awal mula Guillermo Farinas Hernandez melakukan aski mogok mengerikan. Pria yang kini berusia 54 tahun tersebut melakukan aksi mogok makan 7 bulan untuk memprotes pemerintah yang kala itu menyensor internet di negaranya. Ia mengakhiri aksi mogok makannya pada musim gugur 2006 di kala kesehatan tubuhnya mulai bermasalah.

Walau tidak membuahkan hasil seperti yang diinginkan, aksi mogok makan yang dilakukan seorang jurnalis tersebut malah mendapat dukungan dan juga menjadi sorotan dunia dari kelompok jurnalis Internasional. Atas aksi yang dilakukan, ia pun mendapatkan penghargaan hak asasi internasional.

Mahatma Gandhi Mogok Makan4 Bulan dikala India Masih di Jajah

Empat Demo Mogok Makan Paling Lama Dalam Aksi Menentang Pemerintah di Dunia

AnakRegular | Salah satu sosok penting di negara India bernama Mahatma Gandhi pernah melakukan aski yang cukup senasional, dikala negara kelahirannya di jajah oleh bangsa Eropa, Mahatma Gandhi menjadi sosok anak negeri yang dengan tegas dan tanpa menyerah melawan penjajahan.

Walau dalam prakteknya ia pernah di penjara oleh penjajah yakni pada tahun 1922, 1930, 1933, dan 1942 karena aksi perlawanan terhadap negara penjajah. Namun dalam askinya ia tidak melakukannya dengan kekerasan, tidak ada perang dalam protesnya dan tidak ada korban nyawa dalam perjuangannya, aksi ekstrim yang pernah dilakukannya adalah melakukan perlawanan dalam bentuk mogok makan selama 4 bulan lamanya.

Bersama sang revolusi lainnya, Mahatma Gandhi menggelar aksi mogok makan di tahun 1929. Namun sayang beberapa rekan yang ikut melakukan aksi tersebut meninggal karena tidak makan selama 4 bulan berturut-turut. Selepas kejadian itu Gandhi semakin populer di kalangan rakyat India dan dunia internasional.

Meninggal Setelah Aksi Mogok Makan selama 3 Bulan Berturut-turut

AnakRegular - Terakhir aksi mogok makan mengerikan yang berujung kematian datang dari sosok aktivis politik penentang pemerintah yang salah bernama Orlando Zapata. Diberitakan ia adalah seorang aktivis Kuba yang mendekam di penjara karena melakukan banyak protes pada pemerintah.

Dalam keterangannya, Orlando Zapata ditangkap pada 6 Desember 2002 oleh polisi Kuba dengan tuduhan menentang pemerintah dan melanggar ketertiban. Ia pun divonis penjara 36 tahun lamanya. Di dalam penjara ia pun tidak berhenti melakukan aksi protes pada pemerintah.

Pada tahun 2009 di dalam penjara ia mulai melakukan aksi mogok makan menentang pemerintah yang rasis kepadanya. Dikatakan kala itu pemerintah melarangnya memakai pakaian narapidana berwarna putih, tidak seperti narapidana lainnya yang memakai seragam pesakitan berwarna lain.

Selama mogok makan dia menolak makanan lain selain yang diberikan ibunya. Menurut kelompok oposisi pihak penjara akhirnya tidak memberinya minum sehingga membuat dia gagal ginjal. Zapata akhirnya meninggal setelah mogok makan selama 83 hari pada 23 Februari 2010 saat usianya 42 tahun. Kematiannya menjadi sorotan internasional dan membuat hubungan Amerika Serikat serta Uni Eropa dengan dan Kuba semakin renggang.

Nah, itulah kawan anakregular setidaknya empat aksi mogok makan mengerikan terlama di dunia. Semoga bisa membantu dan menjadi bahan pengetahuan baru bagi kita semua..


loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.