Tak Menyelesaikan Masalah, Empat Pejabat Ini Tolak Kenaikan Harga Rokok

AnakRegular - Inilah empat menteri di Indonesia yang secara terang terangan menolak kenaikan harga rokok dengan alasan yang masuk akal, dikatakan rokok naik tidak akan menyelesaikan masalah

Isu akan kenaikan harga rokok di Indonesia memang sedang hangat di perbincangkan. Ada yang setuju ada juga yang menolak terhadap kenaikan harga tersebut. Dikatakan jika rokok naik, maka jumlah perokok pun akan semakin berkurang dan remaja atau anak sekolah yang sudah merokok akan berhenti dengan sendirinya.

Namun ada juga yang bilang jika harga rokok naik, maka jumlah pengangguran di Indonesia akan semakin meningkat. Dikatakan jika penghasilan negara dari Rokok sangatlah besar dan saat ini jumlah warga Indonesia yang bekerja di Pabrik rokok sangatlah banyak, dan bisa dibayangkan jika harga rokok naik, dan penjualannya menjadi turun drastis bukan tak mungkin phk besar-besaran akan terjadi di Indonesia.

Memang polemik akan kenaikan harga rokok ini menjadi sesuatu yang sangat luar biasa. Di satu sisi ada dampak positifnya dan di satu sisi bersebrangan ada juga dampak negatifnya. Karena itulah sampai saat ini kenaikan harga rokok masih menjadi perbincangan di ranah pemerintahan. 

Berikut adalah sedikit cerita tentang pejabat dan menteri di Indonesia yang secara terbuka mengeluarkan pendapatnya dan sedikit ada rasa penolakan terhadap rencana kenaikan harga rokok di Indonesia. Siapa saja dan apa alasannya silahkan simak kawan:


Empat menteri dan pejabat di Indonesia yang menolak Harga Rokok Naik di Indonesia :


Menteri Sukiman Tolak Kenaikan Harga Rokok Karena Berdampak PHK Massal

AnakRegular - Salah satu pejabat yang menolak keras kenaikan harga rokok dengan alasan dapat menimbulkan kenaikan tinggak PHK massal di Indonesia adalah Sukiman. Sukiman yang merupakan anggota Komisi XI DPR ini menghimbau pemerinta agar wacana kenaikan harga rokok di kaji lebih dalam lagi agar tidak merugikan sebagian pihak. Sebab menurutnya jika tarif cukai tembakau naik akan berimbas pada produksi rokok terkait.

Menurutnya, dengan adanya kenaikan ini, maka harga rokok di pasaran akan meningkat dan mempengaruhi konsumsi dari masyarakat. Bahkan, dikhawatirkan kebijakan ini bisa mengakibatkan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di industri terkait. Namun, jika dilihat dari penerimaan negara, maka kebijakan ini tentunya akan membawa dampak positif. Menurut Sukiman, dengan kenaikan tarif 10 persen tersebut, pemerintah bisa menghasilkan penerimaan pajak sekitar Rp 100 triliun.

Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah Sesalkan Atas Rencana Kenaikan Rokok

AnakRegular - Jika harga rokok memang benar-benar naik, sudah pasti petani tembakau kena imbasnya. Dikatakan petani akan semakin kesulitan menjual hasil panennya kepada perusahaan rokok. Namun Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta supaya masyarakat tidak usah khawatir dengan kabar rencana kenaikan harga rokok tersebut. Pasanya kabar kenaikan tersebut masih dalam tahap pengkajian dan belum pada tingkatan pembahasan dan keputusan.

Ganjar meminta masyarakat baik petani, masyarakat perokok, pengusaha tembakau dan para pelaku bisnis rokok dan pertembakauan untuk tidak berandai-andai dengan rencana kenaikan rokok hingga Rp 50.000 tersebut. Ganjar menyesalkan dengan langkah dan kebijakan negara yang terkesan lamban dalam menangani persoalan baik rokok maupun pertembakauan.

Apalagi, selama ini tembakau yang ditanam dan dikembangkan oleh para petani hanya mengandalkan musim sehingga kualitas tembakaunya masih kurang di mata perusahaan rokok. Sehingga, dirinya setiap tahun harus meminta kepada perusahaan rokok untuk bisa membeli tembakau langsung dari petani. Bukan mendatangkan tembakau dari luar negeri alias import.

Meski orang kaya nomor satu di Indonesia adalah pengusaha tembakau, perdebatan dan silang pendapat dengan masing-masing kepentinganya dan tak habis-habisnya tanpa penyelesaian. Ironisnya lagi, Ganjar menyatakan sampai saat ini persoalan impor tembakau tidak ada ujung dan penyelesaianya.

Deddy Mizwar Menolak Dan Minta Kenaikan Rokok di Kaji Ulang

AnakRegular - Lontaran berbau penolakan juga dicetuskan oleh wakil gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, ia menyatakan jika pemerintah perlu mengkaji ulang terhadap rencana kenaikan harga rokok di Indonesia. Ia menentang keras jika kenaikan rokok dilakukan sebagai upaya asing untuk menguasai pabrik rokok kretek dalam negeri.

Dia mengatakan, dampak dari dinaikkannya harga jual rokok akan merembet dalam kehidupan sosial. "Coba baca tulisan Muhammad Sobari, dia menjadi perokok diumur 58 tahun. Mengapa demikian karena secara moral kita harus mempertahankan pabrik rokok kretek kita dari penguasaan asing," ujar Deddy. Dia menduga upaya wacana kenaikan harga eceran dan cukai rokok adalah kampanye pihak asing untuk menguasai pabrik-pabrik rokok kretek di Indonesia.

"Dan hal ini sudah dilakukan di Sampoerna," ucap Deddy

Menteri Yohana Menolak Rokok Naik Karena Dapat Meningkatkan Kriminalitas

AnakRegular - Terakhir sosok menteri yang secara terbuka menolak kenaikan harga rokok di Indonesia adalah menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Yohana Susana Yembesi. Sang menteri menilai jika kenaikan harga rokok bukan langkah efektif untuk mengurangi jumlah perokok, terutama anak-anak. Justru sebaliknya kenaikan harga rokok dapat memicu angka kriminalitas semakin meningkat.

Selain itu, kata dia, pedagang akan menyiasati perdagangan rokok menjualnya secara eceran sehingga bisa perokok masih tetap merokok. Menurut dia, rokok diibaratkan seperti narkoba sehingga meski harganya mahal tidak akan berpengaruh besar.

Dibanding menaikkan harga rokok, Yohana menyarankan agar pemerintah membatasi penjualan rokok. Konkretnya, rokok hanya dapat dibeli di toko-toko tertentu dan pembelinya harus menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP).
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.