Lima Kasus Kontroversi Dibalik Lucunya Serial Kartun Terkenal

AnakRegular - Kartun bagi banyak orang adalah salah satu hiburan yang tak pernah hilang dari ingatan masa muda. Namun dibalik lucunya serta konyolnya jalan cerita ternyata ada banyak kasus kontroversi yang membuat kartun-kartun tersebut dicekal

Bagi banyak orang apalagi generasi di tahun 90 sampai 20-an pasti mengenal dengan beragam hiburan di layar televisi di akhir pekan, ya kartun telah menjadi teman banyak orang di kala hari minggu tiba. Di mulai dari pagi sekali hingga siang datang kartun menjadi teman bagi anak-anak di generasi tersebut. Apalagi tampilan nya yang masih fresh dan belum ada sensor menyensor membuat jalan cerita dari kartun tersebut lebih mudah di pahami.

Sampai saat ini pun beberapa serial kartun masih tetap tayang di berbagai stasiun televisi nasional dan swasta, namun bedanya saat ini kartun yang ditayangkan lebih diperketat dan hampir tidak jelas gambarnya. Banyak yang di sensor dikarenakan tidak layak, bahkan ada yang dicekal dan tidak boleh ditayangkan lagi dengan alasan kartun tersebut mengandung unsur yang sangat membahayakan.

Seperti yang terjadi pada beberapa kartun berikut ini, dibalik kelucuan serta tingkal lakunya yang konyol dan membuat para penonton tertawa terhibur ternyata mengandung unsur-unsur yang kontroversi. Seperti adanya dugaan penyebaran ajaran LGBT, hingga ajaran rasisme terhadap suatu kaum di dunia. Karena itulah dibeberapa negara seperti Indonesia kartun-kartun ini sudah tidak boleh ditayangkan lagi.

Berikut anakregular informasikan deretan kasus kontroversi dibalik lucunya dan terhiburnya kita dengan kartun-kartun terkenal berikut ini. Silahkan disimak dan jangan lupa dibagikan yah : 

Ajaran LGBT dalam Kartun Spongebob 

Lima Kasus Kontroversi Dibalik Lucunya Serial Kartun Terkenal

AnakRegular - Kasus kontroversi dan masih menjadi perdebatan sampai sekarang dibalik lucunya serial kartun yang menjadi teman dimasa kanak kanak datang dari serial kartun Spongebob dan keluarga. Kartun fantasi yang menceritakan kehidupan di bawah laut ini di duga telah memberikan ajaran negatif pada anak-anak dan juga kepada kaum dewasa.

Dibalik lucunya serta konyolnya kelakuan spongebob dan kawan-kawannya, dikatakan kartun besutan dan Nickelodein ini dianggap juga sebagai agenda atau propaganda penyebar ajaran homose#sual. Dalam pembuktiannya banyak kalangan yang menyebutkan jika penggambaran makhluk-makhluk di dalam serial Spongebob tidak punya gender yang jelas.

Adapun respon dari sang kreator sendiri membantah jika kartun yang identik dengan warna kuning keju ini tidak memamerkan ajaran homo kepada anak-anak. Meski begitu beragam isu-isu kontroversi muncul seperti adanya pelangi dan banyaknya adegan pegangan tangan antara Spongebob dan Patrick membuat sebagian negara di seluruh dunia mencekal penayangannya.

Salah satu negara yang getol dan rajin mencekal tayangan Spongebob adalah Ukraina, melalui komisi penyiarannya mereka berdalih jika kartun Spongebob telah mempromosikan ajaran LGBT. Simbol pelangi yang kerap ada dalam setiap tayangannya pun semakin memperjelas jika kartun ini benar benar menjadi propaganda untuk ajaran LGBT di dunia.

Kontroversi Rasisme dalam Serial Kartun TinTin

Lima Kasus Kontroversi Dibalik Lucunya Serial Kartun Terkenal

AnakRegular - Dalam perjalanan kesuksesannya Tintin lebih dikenal sebagai buku komik petualangan dengan kisah yang sangat lucu. Namun dibalik lucunya kartun yang ditampilkan ternyata banyak kisah kontroversi di dalamnya. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya cerita dalam komik Tintin yang mengandung unsur rasisme dan selalu merendahkan kaum non-kaukasian. Salah satu yang menerima hujatan atas tindakan rasis tersebut tak lain adalah sang kreatornya sendiri Georges Remi.

Salah satu cerita tintin yang telah menyebar paham rasisme adalah ketika kisah perjalanan tintin di kongo yang terbit di tahun 1930-an. Dalam komik tersebut dikatakan jika masyarakat Kongo digambarkan sebagai sosok yang dungu bemental layaknya anak kecil. 

Bahkan ada seorang wanita Kongo yang digambarkan menyembah Tintin dan berkata, "orang kulit putih sangat hebat." Kasus ini membuat komik ini dilarang di Kongo, meski tuntutan yang dilancarkan oleh seorang imigran Kongo di Belgia tak diindahkan pengadilan.

Kontroversi Faham Anti Islam dalam Kartun Asterik

Lima Kasus Kontroversi Dibalik Lucunya Serial Kartun Terkenal

AnakRegular - Asterik adalah kartun yang di kemas dalam sebuah lembaran komik dan paling laris di tanah Eropa. Komik yang menceritakan tentang Asterik dan perjuangannya dalam mempertahankan desa Galia dari dominasi kerajaan Romawi ini begitu terkenal di kalangan muda mudi Eropa. Dalam penyampaiannya pun komis Asterik terbilang sangat mendidik karena selalu berisi dengan banyak humor cerdas, cerita petualangannya yang menarik, serta berbagai parodi dan sarkasme yang dibungkus dengan humor, tentu banyak orang yang senang membacanya.

Meski begitu dibalik humor nya yang mendidik ternyata ada kisah kontrovesi yang dibuatnya. Hal ini terjadi ketika sang pengarang asli dari komik Asterik Rene Gosciny meninggal komis Asterix yang diteruskan oleh pengarang baru bernama Albert Uderzo seketika berubah cerita dengan jalan cerita yang begitu kontroversi.

Dalam komik asterik terbaru karya Uderzo telah ditambahkan beragam karakter yang aneh dan tak masuk dalam cerita seperti penggambaran alien dan superhero. Bahkan para penggemar setia menganggap jika asterik karya orang kedua ini telah membawa faham anti bush atau Anti Amerika dikala bush masih menjadi presidennya.

Lebih parah lagi, Uderzo membuat kartun Asterix terkait penyerangan Charlie Hebdo, yang secara resmi dikirim melalui akun Twitter Asterix. Kartun tersebut berupa Asterix yang memukul seseorang yang diduga merupakan penggambaran masyarakat Islam Afrika Utara. Menurut media, hal tersebut merepresentasikan ideologi anti-imigran di Perancis.

Cabulisasi dalam Serial Anime Crayon Shin-Chan

Lima Kasus Kontroversi Dibalik Lucunya Serial Kartun Terkenal

AnakRegular - Bagi yang lahir dan tumbuh besar di era 20-an pastinya tahu dengan serial anime yang satu ini. Yah hampir setiap hari apalagi di akhir pekan, Serial anime Shin Chan telah menjadi teman di pagi hari. Kelakuan yang lucu serta tingkah aneh bodoh nya telah menjadi hiburan tak tergantikan bagi kita semua. Namun satu kata dibalik lucunya ekspresi dan konyolnya tingkal laku karakter utama membuat serial anime ini begitu kontroversi.

Di tahun 2014 di Indonesia melalui badan penyiaran Indonesianya telah memberhentikan tayangan Shin chan dari layar kaya semua stasiun televisi. Tak cuma di Indonesia, di India, Korea Selatan, serta Vietnam, karakter lucu ini juga terkena masalah. 

Di India, sebuah penelitian ilmiah bahkan dilakukan untuk meneliti efek tayangan Shinchan terhadap anak-anak. Dilansir dari Times of India, kenakalan tak wajar dari Shinchan sangat menarik bagi anak-anak dan menghasilkan efek setara 'high' layaknya orang dewasa yang mengonsumsi marijuana.

Kontroversi Antara Kucin dan Manusia dalam Kartu Hello Kitty

Lima Kasus Kontroversi Dibalik Lucunya Serial Kartun Terkenal

AnakRegular - Nah yang terakhir ini mungkin bagi kaum hawa sangat tahu dengan ceritanya. Sosok kucing dengan warna pink ini lebih menonjolkan kesan feminim dan telah menjadi teman yang selalu ada bagi kaum perempuan. Bahkan bukan hanya kartunnya saja, segala ikon yang berbentuk Hello Kiotty nyatanya lebih identik dengan sifat perempuan.

Namun siapa sangka dibalik gemes dan lucunya kucing ini, ternyata ada kasus kontrovesi di dalamnya, dimana perusahaan yang telah membuat dan membesarkan karakter Hello Kitty ini membuat sebuah pernyataan yang begitu menggemparkan. Dkikatakan jika Hello Kitty bukanlah sosok kucing, melainkan sosok seorang gadis asal Inggris yang tinggal di London bersama keluarganya. Sontak para penggemar jadi kebingungan.

Para penggemar dan masyarakat pun akhirnya menyadari bahwa meski berbentuk seperti kucing, Hello Kitty berjalan dan duduk layaknya manusia berkaki dua. Selain itu Hello Kitty juga mempunyai kucing peliharaan yang bernama Charmmy Kitty, yang membuat masyarakat makin bingung mengapa ada kucing memelihara kucing.

Menurut Sanrio, ide ini muncul ketika di tahun 1970an, ketika para wanita Jepang sangat tergila-gila dengan kebudayaan Inggris. Ketika itu berbagai budaya pop dari negeri Ratu Elizabeth tersebut memang ditiru secara masif oleh para pemuda Jepang.

Tentu masyarakat dan para penggemar di seluruh dunia banyak yang menolak gagasan ini. Rasanya tak ada yang aneh dengan kucing yang berjalan dengan dua kaki, asalkan dia hanyalah sebuah karakter kartun. Sehingga tak perlu menjustifikasi bahwa ia adalah seorang manusia.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.