Pembelaan Paus Fransiskus Terhadap Islam Yang Dianggap Sumber Teror

AnakRegular - Islam untuk saat ini dikatakan tengah di sorot karena beragam aksi teror yang dilakukan oleh umatnya, padahal dalam kenyataannya aksi teror tersebut tidak semua dilakukan atas nama Islam, karena pimpinan besar pemuka Agama Kristen seluruh dunia menyatakan dukungan dan pembelaan kepada agama Islam.

Ditengah maraknya serangan teror dan aksi bom bunuh diri di benua biru Eropa yang diberitakan dilakukan oleh militan Islam, membuat banyak orang prihatin. Kejadian-kejadian teror tersebut membuat agama Islam di benua Eropa begitu di benci dan diawasi, tak sedikit para pemimpin negara yang mengeluarkan perintah untuk melarang umat Islam masuk kenegaranya.

Namun suatu pernyataan justru berbalik dengan apa yang dinyatakan oleh Paus Fransiskus, pemimpin dari ajaran Kristen seluruh dunia ini malah menganggap Islam sebagai agama yang damai, dan tidak setuju dengan sentimen yang mengatakan islam adalah sumber teror. Paus dikatakan tidak suka melihat orang-orang khususnya dari kaumnya yang menjelekkan agama lain karena suatu alasan yang belum benar adanya.

Pembelaan Paus Fransiskus Terhadap Islam Yang Dianggap Sumber Teror


Paus Fransiskus : Al-Quran Kitab Perdamaian

AnakRegular - Dikatakan setelah menjalani kunjungan selama tiga hari di Turki, orang no satu dalam ajaran agama kriten Paus Fransiskur mengatakan jika Islam adalah agama yang damai dan jauh dari kata kekerasan. Dia menolak sitgma buruk yang diberikan oleh orang-orang seluruh dunia termasuk dari golongan agamanya yang menganggap islam adalah agama yang jahat.

Selain itu sang pendeta pun mengatakan jika Al-Quran, kita suci umat islam merupakan kitab perdamaian. Selama kunjungan ke Turki, Paus asal Argentina tersebut bertemu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Ahmet Davutoglu, dan Kepala Urusan Agama Turki, Mehmet Gormez.

Paus Fransiskus juga berkunjung ke Masjid Biru di Istanbul. Di sana, Paus berdoa. Sesudah itu, berkunjung ke Museum Hagia Sophia, yang pernah difungsikan sebagai gereja dan masjid itu. Paus menambahkan, ada pandangan yang keliru tentang Islam. Terutama tentang terorisme yang selalu dikaitkan dengan Islam. Anda tidak bisa mengatakan itu, seperti juga mengatakan semua umat Kristiani adalah fundamentalis, tutur dia.

Paus Fransiskus meminta seluruh pemimpin muslim untuk mengeluarkan kecaman terhadap aksi terorisme, untuk membantu meruntuhkan stigma lekatnya Islam dan kekerasan. Saya katakan kepada Presiden [Erdogan] ini akan menjadi indah jika pemimpin muslim, apakah pemimpin politik, keagamaan, atau akademik, akan berkata dengan jelas dan mengutuk terorisme sebab dunia akan membantu mayoritas masyarakat muslim, tutur Paus.

Paus : Dunia perang bukan karena Agama

AnakRegular - Dalam acara lawatannya dari Roma ke Polandia, Paus Fransiskus menanggapi peristiwa pembunuhan yang dilakukan terhadap seorang pendeta khatolik di sebuah gereja di Normandy, Prancis beberapa hari yang lalu. Dalam pernyataannya Paus mengungkapkan jika dunia saat ini memang berada dalam masa genting peperangan, namun ia menjelaskan perang tersebut bukan beralasan karena sebuah agama.

Saya hanya ingin menegaskan, ketika saya bilang perang, yang saya maksud benar-benar perang. Perang kepentingan, demi uang, sumber daya alam, saya bukan bicara soal perang antaragama. Agama tidak menginginkan perang," kata Paus, seperti dilansir majalah Time.

Paus : Islam Bukan Agama Terorisme

AnakRegular - Orang no satu dari ajaran agama kristen ini merasa berang dan menolak tudingan sebagian kalangan khususnya dari ajaran agamanya yang selalu mengaitkan islam dengan kegiatan terorisme. Sentimen negatif terhadap komunitas muslim mencuat, khususnya akibat rangkaian aksi militan di Prancis dan jerman beberapa waktu lalu.

Saya tidak suka wacana menyebut kekerasan Islam. Tidak semua muslim menyetujui kekerasan. Kita harus ingat pula bahwa setiap sekte di semua agama besar pasti memiliki kalangan fundamentalis," kata Sri Paus sepulang melawat dari Polandia.

Komunitas Katolik di Kota Saint-Etienne, Prancis, pekan lalu dikejutkan aksi sepasang lelaki muda simpatisan ISIS menggorok pendeta hingga tewas. Walau mengecam pembunuhan serta penyanderaan gereja tersebut, Paus Fransiskus menekankan bahwa pelakunya tidak layak dianggap mewakili mayoritas umat agama tertentu.

Dalam sambutannya di hadapan wakil muda-mudi Katolik dari pelbagai negara, Paus Fransiskus meminta anak muda agar lebih aktif di luar rumah. Dia khawatir ketergantungan kaum muda pada internet dan jejaring sosial bisa menyebabkan pribadi terisolir. Paus juga mengimbau anak muda toleran pada imigran yang berasal dari negara-negara dilanda perang. "Kalian harus menerima serta mengasihi mereka dengan tangan terbuka," kata Fransiskus.

Paus Benci Orang Yang Menghina Islam

AnakRegular - Dalam sebuah pernyataan Paus Fransiskus mengatakan jika mereka khususnya yang berasal dari kaumnya yang menyamakan Islam dengan kekerasan telah melakukan sebuah kesalahan. Kepada surat Daily Mail ia menyerukan agar agar pemimpin muslim mengecam ekstrimis untuk membantu menghilangkan anggapan Islam sebagai agama yang penuh kekerasan.

Ucapan Fransiskus bertentangan dengan pendahulunya Paus Benediktus XVI yang mengatakan Islam penuh kekerasan pada 2006 dan menyebabkan kecaman keras pada Vatikan. Fransiskus pun meminta maaf atas ucapan Benediktus XVI. 

Namun kekerasan atas nama Islam kembali bergema terutama saat kelompok Negara Islam untuk Irak dan Syam (ISIS) bikin onar. Mereka membunuh siapa saja, warga muslim maupun agama lain yang tidak sepaham dengan keyakinan mereka yakni sunni radikal.

Paus : Militan Islam cemarkan Nama Tuhan

AnakRegular - Terakhir Paus Fransiskus mengutuk segala kekerasan yang mengatasnamakan agam termasuk yang dilakukan oleh kelompok militan Islam. Paus menilai aksi mereka adalah sebuah teror yang telah mencemarkan nama Tuhan. Berbicara pada momentum Jumat Agung,Paus mengatakan hal tersebut dengan sangat emosional di akhir sesi upacara keagamaan.

Selain mengutuk aksi kelompok teror, dalam ceramahnya, pemimpin umat katolik sedunia ini juga mengutuk para politisi yang terlibat perdagangan senjata. Mereka disebut seperti memberi makan yang telah bercampur darah untuk keluarganya.

Paus Fransiskus juga menyinggung perihal reaksi bangsa Eropa terhadap krisis imigran. Paus menilai sikap cuek telah membius hati nurani, sehingga menimbulkan kerusakan pada kehidupan.

Diketahui, pemimpin umat Katolik sedunia itu sempat mengunjungi lokasi penampungan para imigran di Castelnuovo, di luar Ibu Kota Roma, Italia,sebelum memimpin prosesi misa Kamis Putih. Ada 892 pencari suaka maupun imigran yang hidup di penampungan tersebut.


loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.