Empat Harga Kebutuhan Ini Mahal di Indonesia Namun Murah di Negeri Tetangga

AnakRegular - Inilah Empat perbedaan harga kebutuhan Indonesia yang mahal sekali namun di negeri tetangga sangat murah meriah

Ironi menjadi negara yang suka impor dari luar negeri memanglah menyakitkan. Negara yang dalam hal materi punya segalanya malah menjadi negara yang membeli dari negara lainnya. Yah, Indonesia dengan segala kekayaan alamnya ternyata tidak bisa lepas dari harga mahal yang mencekik rakyatnya.

Padahal jika di produksi dengan benar oleh tangan orang Indonesia sendiri, bukan tak mungkin harga-harga kebutuhan di dalam negeri akan menjadi lebih murah dan terjangkau oleh banyak orang. Ironi melihat perbedaan harga yang sangat jauh Antara Indonesia dan negeri tetangga.

Di sebrang negeri yang katanya sudah sangat maju malah memberikan harga lebih murah kepada rakyatnya ketimbang di negeri sendiri yang konon katanya masih dalam tahap perkembangan. Harga akan kebutuhan pokok ternyata sangat mahal di Indonesia namun murah di negeri tetangga. Ironi sekali.

Ada apa dengan Indonesia? Berikut adalah empat perbedaan harga kebutuhan yang sangat mahal di Indonesia namun sangat murah sekali di luar negeri. Perbedaan yang sedikit namun menyakitkan!

Empat Harga Kebutuhan Ini Mahal di Indonesia Namun Murah di Negeri Tetangga


Empat Harga barang sangat mahal di Indonesia namun Murah di Luar Negeri  :


BBM di Indonesia Lebih Mahal dari Negara Tetangga

AnakRegular - Harga bahan dan kebutuhan yang bisa di bilang sangat mahal dalam negeri ketimbang luar negeri adalah BBM. Kita bandingkan saja dengan negara tetangga Malaysia yang sama-sama tidak melakukan subsisi akan bahan bakar minyak ini. 

Di Malaysia harga eceran untuk bensin RON 95 atau setara dengan Pertamaz Plus malah turun 21 sen menjadi RM 1,70 atau setara IDR 5.970 per liternya. Sementara untuk bensi RON97 turun 11 sen menjadi RM 2 atau IDR 7K perliter. Murah bingit yah.

Sedang apa yang terjadi di tanah air ini justru malah sebaliknya. Harga Eceran bensin jenis premiun atau RON88 yang konon katanya kualitasnya sangat buruk justru di jual seharga IDR6.600 perliternya, sementara untuk kualitas bagusnya, Pertamaz atau RON92 dijual IDR 8K perliter. Lantas apa yang menjadi penyebab ketimpangan harga tersebut?

PT Pertamina (Persero) menjelaskan sebab harga BBM Indonesia lebih mahal dari Amerika Serikat dan Malaysia. Penyebab pertama, harga BBM di kedua negara tersebut lebih murah karena stok nasional BBM ditanggung oleh pemerintah. Sementara, di Indonesia, masih ditanggung oleh lembaga penyalur yaitu Pertamina.

Minyak Goreng di Indonesia Lebih Mahal dari Malaysia

AnakRegular - Selain BBM ada juga kebutuhan pokok dan mungkin wajib ada didalam warung adalah Minyak Goreng. Sebuah pernyataan yang cukup mengejutkan dari menteri pertanian Amran Sulaiman yang mengungkapkan sangat risau dengan harga minyak goreng di Indonesia yang lebih mahal dari negara tetangga sebelah. 

Padahal jika melihat hasil alam Indonesia adalah penghasil CPO terbesar di dunia. Lantas kenapa bisa begitu kawan? Minyak goreng di Malaysia di jual IDR 6K per kg-nya sedangkan di Indonesia negara yang kaya akan minyak ini malah menjual minyak seharga IDR 9K per kg-nya. Ironi di tanah kelahiran yang kaya ini.

Harga Avrtur Indonesia Lebih Mahal dari Singapura

AnakRegular - Menhub Budi Karya Sumadi, dalam rapat bersama Menko Luhut Binsar Panjaitan, curhat akan mahalnya harga Avtur di Bandara Soekarno - Hatta dibanding di Singapura. Bahkan, harga avtur di Indonesia lebih mahal 26 persen dibanding Singapura.

Seperti diketahui harga Avtur sekarang Rp 5.490 per liter. Dengan demikian, harga Avtur di Singapura sebesar Rp 4.063 per liternya. Untuk itu, Menko Luhut meminta agar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar mereview kembali harga Avtur.

Harga Gas Bumi Indonesia Lebih Mahal dari Singapura

AnakRegular - Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat mengeluhkan tingginya harga gas dalam negeri. Bahkan, harga gas dalam negeri lebih mahal dibanding Singapura. Menurut Ade, tata niaga perdagangan gas di Indonesia terlalu kompleks.

"Gas berasal dari Indonesia dijual ke Singapura dengan harga berkisar USD 4 per Million Metric British Thermal Unit (MMBTU), begitu harga gas dijual sendiri di Indonesia maka harga gas sudah USD 12, artinya di situ terjadi percaloan yang luar biasa," ucap Ade di Kementerian Perindustrian, Jakarta.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.