Enam Buku Ini Dituding Sebagai Biang Kerok Atas Aksi Kejahatan di Dunia

AnakRegular - Inilah Enam buku di dunia yang konon katanya di tuding sebagai biang kerok atas aksi kejahatan mengerikan di dunia

Ada yang bilang jika buku merupakan jendela dunia. Dengan membaca buku hampir semua pengetahuan dan informasi bisa kita dapatkan. Dan lebih pentingnya dalam sebuah intitusi pendidikan informasi dari sebuah buku lebih relevan dan bisa dijadikan sebuah rujukan daripada informasi yang bersumber dari internet.

Meski begitu tak semua buku bisa kita baca, ada kalanya buku yang mengandung unsur kekerasan dan kejahatan kerapkali mendapat kritikan dan susah untuk di dapatkan. Buku dengan isi cerita tentang kritikan dan kekerasan biasanya dicap sebagai buku kekirian dan dalam peredarannya pun sangat dicekal atau dibatasi.

Karenanya jika sudah dibaca oleh orang banyak, buku yang dicap kekirian tersebut selalu dijadikan kambing hitam atas perilaku kejahatan yang terjadi di masyarakat. Isi dan pesan yang disampaikan buku-buku kekirian tersebut dikatakan dapat memberikan pengaruh buruk pada pembacanya. Jadi bukan tak mungkin pembaca yang sudah terdokrin atas isi buku tersebut tak segan melakukan aksi kejahatan di dunia nyata.

Seperti enam buku berikut ini, yang konon katanya dijadikan sebagai biang kerok atau sumber dari aksi kejahatan yang terjadi di masyarakat. Buku apa saja dan bagaimana kisahnya silahkan disimak kawan:


Enam Buku Kontroversi Penyebar kekerasan di Masyarakat :


Buku The Satanic Bible - Anton Szandor LaVey

Enam Buku Ini Dituding Sebagai Biang Kerok Atas Aksi Kejahatan di Dunia

AnakRegular - Dari judul bukunya saja sudah sangat kontroversial. Bisa dikatakan buku ini merupakan kitabnya dari para penganut satanisme di seluruh dunia. Buku ini di tulis oleh Anton Szandor LaVey pada tahun 1969. 

Kala itu doi mendirikan sekte Gereja setan dan menuliskan The Satanic Bible sebagai panduan bagi para pengikutnya. The Satanic Bible berisikan prinsip inti, falsafah, dan dogma satanisme. Isinya berupa kumpulan esai, pengamatan, dan ritual yang dilakukan LaVey.

Buku Lord of the Flies - William Golding

Enam Buku Ini Dituding Sebagai Biang Kerok Atas Aksi Kejahatan di Dunia

AnakRegular - Lord of the Flies - William Golding merupakan sebuah novel fenomenal yang di tulis oleh William Golding. Novel ini juga telah di nobatkan sebagai pemenang dari nobel sastra dunia. Lord of the Flies diterbitkan pada tahun 1954 dan menjadi salah satu novel alegoris paling fenomenal sepanjang massa.

Cerita awal dari novel tersebut dimulai dari sebuah kecelakaan pesawat di Inggris. Pesawat itu diceritakan terdampar di sebuah pulau terpencil di Samudera Pasifik. Adapun satu-satunya tokoh yang selamat dari insiden kecelakaan tersebut adalah sekelompok remaja pria.

Dengan latar belakang yang berbeda-beda para remaja itu mencoba bertahan hidup di alam liar dan membentuk sebuah sistem sosial baru. Namun sayang beribu sayang, karena berjauhan dengan peradaban modern, perilaku mereka pun berubah menjadi perilaku primitif. Lord of The Flies mencoba menawarkan metafora kontroversial atas kecenderungan manusia untuk bertindak biadab saat terdesak keadaan. 

Buku A Clockwork Orange - Anthony Burgess

Enam Buku Ini Dituding Sebagai Biang Kerok Atas Aksi Kejahatan di Dunia

AnakRegular - Merupakan sebuah novel dystopian yang dikarang oleh Anthony Burgess. Novel kontroversi ini di terbitkan pertama kali pada tahun 1962. A Clockwork Orange menceritakan tentang dunia paralel dimana menceritakan keadaan Inggris di masa depan. 

Doi menampilkan subkultur remaja yang ektstrim melalui petualangan sang tokoh utama bernama alex yang digambarkan sebagai sosok penuh aksi kriminalitas. A Clockwork Orange disebut sebagai salah satu perintis dalam genre dystopian yang menampilkan kekerasan eksplisit. Saat baru beredar di pasaran, buku ini dituding mengglamorisasi aksi anarkis dan tindak pemerkosaan.

Buku The Anarchist Cookbook - William Powell

Enam Buku Ini Dituding Sebagai Biang Kerok Atas Aksi Kejahatan di Dunia

AnakRegular - Buku yang dikarang oleh William Powel ini menceritakan tentang aksi protes yang dialamatkan pada Amerika Serikat saat perang Vietnam. Buku ini ditulis ketika sang pengarang masih 19 tahun dan mulai terbit ke umum pada tahun 1971.

The Anarchist Cookbook menyajikan petunjuk pembuatan bahan peledak, perangkat pembajak sistem telekomunikasi, dan barang-barang untuk kebutuhan aksi terorisme lainnya. Buku ini juga berisi petunjuk untuk pembuatan obat-obatan terlarang, termasuk LSD.

Dilansir BoingBoing, seorang teroris mempraktikkan 'resep' bom dari buku itu. Aksi teror yang dilancarkannya dengan bom tersebut menewaskan seorang polisi dan melukai tiga orang lainnya.

Buku Rage - Stephen King

Enam Buku Ini Dituding Sebagai Biang Kerok Atas Aksi Kejahatan di Dunia

AnakRegular - Sang penulis buku bernama Stephen King dikenal khalayak sebagai salah satu penulis horor dan misteri paling produktif di dunia. Namun tak sedikit kritikan juga kebencian publik terhadap karya-karyanya yang bisa dikatakan sangat kontroversi. Karena itu untuk menerbitkan hasil karyanya dan tidak mendapat kritik pedar dari kalangan pembaca buku, doi pun dikatakan lebih memilih mengganti nama penulis dari semua karya-karyanya.

Dan jika Anda penasaran dan ingin membaca karya-karya pernuh kontroversi dari sosok Stephen King bisa membaca buku dengan nama penulis samaran Richard Bachman. Dengan nama pena Bachman, King sempat menerbitkan tujuh buah novel. Salah satunya adalah Rage yang dia selesaikan saat masih remaja. Novel ini menceritakan seorang siswa SMA yang membunuh gurunya dan menyandera teman-temannya di kelas Aljabar.

Pada tahun 1997, tiga remaja bersenjata melakukan aksi teror di sekolah, menewaskan beberapa teman sekelas dan melukai sisanya. Para pelaku mengaku kalau mereka sudah menjadikan tokoh utama Rage sebagai inspirasi.

Buku Battle Royale - Koushun Takami

Enam Buku Ini Dituding Sebagai Biang Kerok Atas Aksi Kejahatan di Dunia

AnakRegular - Terakhir buku yang dikatakan sangat kontroversi akan cerita dan juga efek di masyarakatnya adalah Battle Royale yang ditulis oleh Koushun Takami. Pada awal kemunculannya buku ini sudah melahirkan kontroversi di Jepang. Pasalnya Buku Battle Royal menampilkan kekerasan dalam bentuk paling ekstrim. 

Battle Royale menceritakan siswa kelas 3 SMP yang terpaksa saling bunuh untuk memenangkan program simulasi buatan pemerintah. Kabarnya, Takami menuliskan Battle Royale sebagai sindiran terhadap pemerintah Jepang atas kematian para prajurit muda negeri sakura dalam Perang Dunia II.

Novel dan film Battle Royale dikait-kaitkan dengan insiden Penggorokan Slasebo. Satomi Mitarai, seorang siswi SD berusia 12 tahun digorok oleh siswi di kelasnya sendiri. Pelaku yang masih berusia 11 tahun gemar menonton acara-acara bertema kekerasan. Dia juga diketahui sebagai pembaca Battle Royale.

Kasus yang terjadi pada tahun 2004 itu merebut perhatian publik dan memicu usulan untuk menurunkan aturan usia pertanggungjawaban tindak pidana di Jepang.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.