Empat Bocah Malang Jadi Simbol Betapa Mengerikannya Perang di Suriah

Anakregular.com - berikut ini adalah deretan bocah yang menjadi korban dan kini telah menjadi simbol betapa mengerikannya konflik peperangan yang terjadi di Suriah

Dimanapun perang terjadi tentu akan ada banyak korban berjatuhan. Perang seolah menjadi tempat yang sangat mengerikan dan tempat menyerahkan nyawa pada hal yang sangat merugikan. Bersyukur kita yang masih bisa merasakan kehidupan nyaman dan bahagia di tanah Indonesia. Tak seperti mereka yang hidup di tanah konflik yang setiap harinya bergelut dengan senapan dan kematian yang menunggu di depan mata.

Salah satu negara yang terus di landa perang dan konflik yang tiada henti di Suriah membuat sebagian besar penduduknya hidup dalam dunia yang mengerikan. Tidak ada ruang untuk berlindung, rumah yang mereka anggap paling aman pun tak luput dari serangan. Banyak korban berjatuhan, ribuan nyawa orang tak berdosa terus bertebaran.

Tak ada rasa kasihan, para pelaku perang tak pandang sebelah mata, rakyat biasa hingga bocah-bocah malang yang seharusnya tidak dijadikan korban, tak luput dari serangan. Bocah tersebut menjadi satu dari banyaknya korban meninggal karena perang. Perang dan konflik di Suriah seolah menjadi neraka di dunia nyata.

Kini, bocah-bocah malang tersebut yang tewas di medan pertempuran menjelma menjadi simbol entah itu minta perdamaian atau simbol betapa mengerikannya situasi di tanah konflik Suriah. Berikut adalah potret mengerikan bocah malang yang menjadi korban perang Suriah, ada yang tewas ada juga yang berhasil diselamatkan.

Potret Empat Bocah Malang Yang jadi Korban Mengerikannya Peperangan di Suriah 


Iman Muhammad Bocah Empat Tahun Tewas Karena Bom Yang Disangka Mainan

Empat Bocah Malang Jadi Simbol Betapa Mengerikannya Perang di Suriah

Nasib malang menimpa seorang bocah empat tahun bernama Iman Muhammad di Suriah. Bocah yang seharusnya menjalani kehidupan dengan masa-masa bermain yang indah ini harus merasakan kengerian hidup di usianya yang sangat muda. Tidak ada mainan tidak ada teman hanya ada medan perang di tempat tinggalnya, dan bom yang bergelatakan di jalan pun ia sangka sebagai mainan. 

Dilaporkan jika Iman Muhammad telah mengalami kecelakaan terkena bom yang ia pegang. Iman tidak tahu jika bom yang ia pegang itu ternyata bukan mainan anak yang seharusnya ia pegang. Mengutip dari ABC NEWs yang memberitakan jika kala itu, Iman beserta dua saudara perempuannya sedang bermain di luar rumah di distrik Al-Zebdieh sebelah timur Aleppo.

Merasa ingin merasakan kehidupan kanak-kanak kala itu iman melihat tak jauh dari halaman rumahnya sebuah bola bulat yang bisa dipakai untuk bermain. Namun siapa sangka, ketika iman memungut bola itu, sontak bola yang ia pegang meledak dan melukai tiga bocah tersebut.

Bola yang dikira mainan oleh Iman itu adalah sejenis bom klaster, bom yang ketika meledak menghamburkan proyektil-proyektil logam untuk melukai orang atau merusak kendaraan. Iman pun tewas karena luka yang di deritanya, sedangkan dua saudaranya bisa terselamatkan.  

Kematian Iman Muhammad ini tentu menjadi simbol betapa mengerikannya kehidupan di tanah konflik Suriah, banyak anak yang tak berdosa kini harus merasakan hidup dan mati dalam suasana yang sangat mencengangkan.

Wahida Maatouq Bayi Malang Yang Terselamatkan dari Reruntuhan Di Suriah

Empat Bocah Malang Jadi Simbol Betapa Mengerikannya Perang di Suriah

Betapa mengerikannya tanah di Suriah tidak ada batasan dan tidak mengenal orang yang tak berdosa anak kecil yang seharusnya di lindungi ikut terlibat dalam konflik perang di negara Suriah. Beruntung seorang bayi berusia 30 hari berhasil di selamatkan dari reruntuhan gedung yang terkena serangan Udara di kawasan Kota Idlib Suriah beberapa hari yang lalu.

Satu yang menjadi perhatian dunia dalam aksi penyelamatan tersebut adalah reaksi tim penyelamat yang terekam kamera sangat menangis sedih ketika hendak menyelamatkan bayi malang tersebut. Relawan putih bernama Abu Kifah menyelamatkan bayi bernama Wahida Maatoug sambil menangis . Dia memeluk bayi itu dengan reaksi yang sungguh sangat menguras air mata. Beruntung si bayi malang itu bisa di selematkan sebelum serangan susulan di lancarkan.

"Ketika saya menariknya dari reruntuhan saya membayangkan dia adalah putri saya," kata Abu Kifah masih dengan air mata bercucuran di dalam mobil ambulans dalam perjalanan ke rumah sakit.

Abu Kifah dan tiga rekannya berhasil menyelamatkan Wahida dan keluarganya dari puing-puing reruntuhan. Kelompok Pemantau Hak Asasi Suriah mengatakan sedikitnya 11 warga sipil tewas, termasuk tujuh anak-anak dalam serangan udara di Idlib, dekat Jarjanaz dan Provinsi Hama Kamis lalu.

Omran Daqneesh Bocah Lima Tahun Yang Tak tampak Kesakitan Setelah Terkena Bom

Empat Bocah Malang Jadi Simbol Betapa Mengerikannya Perang di Suriah

Masih ingatkan dengan sosok bocah yang sempat membuat heboh dunia, karena tidak menangis dan tidak tampak kesakitan setelah terkena bom di tempat tinggalnya di Suriah? yah, dia adalah Omran Daqneesh bocah yang tampil dalam sebuah video yang kal aitu menjadi viral di dunia maya. Dalam video bocah malang tersebut tampat diam seribu bahasa tidak menangis tidak merasakan sakit walau sekujur tubuhnya terluka karena tertimbun reruntuhan.

Omran Daqneesh menjadi korban dari serangan udara yang terjadi di kawasan tempat tinggalnya di Distirik Qaterji. Dalam video itu Omran Daqneesh, digendong oleh petugas medis dari reruntuhan rumahnya yang hancur. Petugas medis menggendongnya masuk ke dalam mobil ambulans dan mendudukkannya di sebuah kursi. Nasib orangtuanya tidak diketahui. 

Dalam keadaan tubuh penuh debu, Omran duduk terdiam tanpa alas kaki dengan wajah lugu polos. Dia memakai kaos dan celana pendek. Darah masih terlihat di kening sebelah kirinya. Dia sempat mengusap debu di keningnya itu dengan tangan kiri lalu sadar keningnya berdarah. Tapi dia tidak menangis. Tatapannya kosong.

Petugas medis kemudian kembali menggendong anak lain dan menaruhnya di dalam ambulans sebelum membawanya mereka ke rumah sakit. Foto dan video Omran yang diambil Rabu malam itu dengan cepat menyebar di Internet. Membuka mata dunia internasional tentang apa yang sedang terjadi di Aleppo.

Aylan Kurdi Bocah Pengungsi Suriah Yang Tewas Saat Hendak Hijrah Ke Eropa

Empat Bocah Malang Jadi Simbol Betapa Mengerikannya Perang di Suriah

Terakhir bocah malang yang menjadi simbol atas kekejaman dan tidak nyamannya tinggal di tanah konflik suriah datang dari seroang bocah bernama Aylan Kurdi. Dia adalah satu diantara banyaknya penduduk suriah yang gagal selamat dalam perjalanan mencari suaka di negeri tetangga. Aylan Kurdi terbujur kaku di pinggir pantai Turki dengan cara yang mengenaskan.

Aylan Kurdi tewas sebelum tiba di tanah yang mereka surga untuk menyelamatkan diri dari tanah kelahirannya.Kekerasan yang mereka alami di Suriah membuat mereka tidak tahan hidup di negara tersebut. Keluarga ini akhirnya memutuskan untuk pindah ke Eropa. Sayangnya, ketika tiba di Turki, kapal nelayan yang mereka tumpangi tenggelam.

Ketika ditemukan Aylan mengenakan kaos berwarna merah dan celana biru. Dia ditemukan di pinggir pantai tanpa pelampung. Sementara itu, kakaknya Galip ditemukan di bagian lain pantai itu. Foto mayat bocah itu beredar luas di media sosial dan menimbulkan perdebatan soal bagaimana Eropa menangani para imigran.
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.