Tragedi Pembantaian Kaum Minoritas Paling Mengerikan di Dunia

Anakregular.com | Menjadi kaum minoritas dan hidup di sebuah negara yang tak sama keyakinan bukanlah perkara yang mudah. Lebih banyaknya kaum minoritas ini mengalami hal yang sangat mengerikan, bahkan kebebasan mereka pun sangat dibatasi. Kaum minoritas harus menerima aturan dari yang menjadi mayoritas. Mereka yang tak turut dalam aturan tersebut akan mendapatkan hukuman yang berat.

Adapun nasib kaum minoritas yang harus menerima penderitaan tanpa adanya perlawanan terhadap kaum mayoritas di sebuah negara. Entah karena perbedaan keyakinan atau pun perbedaan ras dan bangsa kaum minoritas ini malah menjadi korban dari sebuah pembantaian. Seperti yang baru-baru ini terjadi dimana kaum minoritas umat muslim Rohingya telah menjadi korban dari kekejaman kaum mayoritas umat Budha di Myanmar.

Padahal dalam sejarahnya kaum minoritas ini bukanlah pendatang baru dan mereka adalah orang-orang yang lahir di negara tersebut, namun karena jumlahnya sangat sedikit mereka disebut kaum minoritas. Dalam sejarah dunia setidaknya ada beberapa kasus pembantaian kaum minoritas paling mengerikan, paling parah dan juga paling banyak memakan korban jiwa.

Seperti apakah itu? Berikut kami informasikan empat peristiwa pembantaian Kaum Minoritas paling parah dan mengerikan di dunia. Silahkan disimak kawan :

Pembantaian Kaum Muslim Minoritas di India


Dari tanah Hindu India dalam sejarahnya pernah terjadi pembantaian besar-besaran yang dilakukan oleh pihak mayoritas kepada pihak minoritas. Entah apa alasannya, di India sejak dulu telah terjadi gesekan keyakinan yang membuat kaum muslim disana menjadi yang teraniaya dan tertindas. Dan bahkan tak sedikit kaum muslim yang merupakan kaum minoritas menjadi korban pembantaian.

Tragedi Pembantaian Kaum Minoritas Paling Mengerikan di Dunia

Salah satu konflik berdarah yang telah melibatkan antara kaum hindu dan muslim di India adalah konflik di kawasan Kashmir dan ironisnya konflik tersebut sampai sekarang masih bertahan. Apalagi sebelum kasus tersebut ada, sudah banyak sekali kamum muslim yang meninggal dan dibantai secara sadis oleh umat Hindu di India.

Salah satu pembantaian paling ngeri dan telah menewaskan paling banyak umat islam di India terjadi pada tahun 1947 di Jammu. Selain itu ada juga operasi polo di India yang dalam prakteknya di fokuskan untuk membantai besar-besaran umat muslim di Huberabad. Tak hanya sampai di situ saja, pembantaian kaum minoritas khususnya muslim di India berlanjut sampai pada peristiwa Neille di tahun 1983, Hasimpura di tahun 1987, dan masih banyak lagi. 

Lantas kenapa umat muslim di India tidak bisa melakukan perlawanan? Ternyata kehidupan muslim di India tak seindah yang kita bayangkan. Sebagai kaum minoritas mereka tidak bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan, yang ada mereka malah hidup sengsara di tengah kejamnya umat hindu di sana. Banyak umat islam India yang hidup di strata sosial paling rendah. Karena itulah mereka yang tak kuat kerap kali menyebrang ke negeri tetangga dengan harapan mendapatkan kehidupan yang layak.

Pembantaian Kaum Yazidi di tanah Konflik Irak


Menjadi kaum minoritas yang hidup di tanah konflik adalah ibarat hidup di tanah yang gersang ada pemangsanya pula. Hal inilah yang dialami oleh kaum Yazidi di Irak. Mereka menjadi kaum minoritas yang mendapatkan perlakuan tak enak dari orang-orang dinegaranya, khususnya kaum ISIS yang memang tidak suka dengan orang lain yang beda keyakinan dengan mereka. Padalah dalam sejarahnya kaum Yazidi sudah hidup lama di negara Irak, sebelum ISIS Ada.

Tragedi Pembantaian Kaum Minoritas Paling Mengerikan di Dunia

Yazidi sendiri merupakan sebutan bagi sebuah kaum minoritas di Irak yang meyakini sebuah agama kuno. Mereka sama seperti orang Irak lainnya punya Tuhan yang disembah. Namun dalam prakteknya Tuhan mereka tersebut diwujudkan sebagai dewa merak bernam Melek Taus. Karena dianggap sebagai kafir oleh kaum mayoritas khususnya kelompok-kelompok yang berkaitan dengan organisasi ISIS, kaum yazidi dianggap sesat dan dijadikan target untuk melakukan genosida besar-besaran.

Adapun sejarah mencatat, tragedi pembantaian kaum Yazidi di Irak setidaknya telah merenggut 5000 nyawa kaum tersebut. Sebagian besar kaum mereka di bantai dengan cara di bom atau di culik kemudian di eksekusi oleh ISIS. Selain itu mereka yang menjadi tahanan ISIS diberlakukan tak manusiawi. Bahkan lebih kejamnya lagi kaum ISIS disana dengan cepat-cepat menghancurleburkan kaum Yazidi yang dianggap sesat tersebut agar tidak menyebar ajarannya ke orang-orang Irak lainnya.

Pembantaian Kaum Muslim Minoritas Rohingya di Myanmar


Dikala aturan Hak Asasi Manusia menjadi sebuah tameng untuk mendapatkan perlindungan, namun pembantaian dan penindasan terhadap kaum minoritas masih terus terjadi. Kasus pembantaian umat islam di Rohingya adalah salah satu contoh begitu menyakitkannya kaum minoritas hidup di tengah masyarakat yang membenci mereka. Padahal kaum Rohingya bukanlah pendatang baru melainkan kaum yang sudah lama ada dan bercengkrama dengan kemerdekaan Myanmar.

Tragedi Pembantaian Kaum Minoritas Paling Mengerikan di Dunia

Ironisnya di tengah kasus pembantaian dan penderitaan kaum minoritas tersebut negara tetangga diam, hukum internasional tak berjalan dan kaum minoritas semakin banyak kehilangan nyawanya. Adapun tragedi pembantaian umat muslim Rohingya oleh umat budha di negara myanmar ini menjadi yang terparah dalam sejarah dunia di abad modern. 

Umat muslim Rohingya yang menjadi minoritas mereka ditekan dan di usir dari tempat kelahirannya. Namun sayang ketika mereka dengan air mata meninggalkan tempat kelahirannya tidak ada tempat yang menerima. Bahkan negara tetangga pun enggan untuk menampung mereka yang menjadi korban penindasan. 

Sejarah mencatat kehidupan muslim yang menyakitkan dan menjadi korban penindasan kaum budha yang menjadi mayoritas disana telah terjadi sejak abad ke-17. Banyak kaum muslim sejak itu di bunuh dan di bantai dengan sengaja. Selanjutnya saat Jepang menguasai Vietnam saat perang dunia II, setidaknya ada ribuan muslim Rohingnya yang dibantai habis-habisan lalu dibuang begitu saja. 

Tragedi Pembantaian Etnis Tutsi di Rwanda Afrika


Terakhir tragedi genosida terhadap kaum minoritas di suatu negara terjadi di Rwanda Afrika, tepatnya di tahun 1994 negara ini mengalami sebuah kekacauan yang hebat. Kerusuhan terjadi di berbagai titik dan yang menjadi korban dari kerusuhan tersebut adalah kaum Etnis Tutsi yang menjadi kaum minoritas di tanah Rwanda. Mereka yang hanya berjumlah sekitar 15% dari jumlah total penduduk Rwanda menjadi korban genosida dari kaum mayoritas.

Tragedi Pembantaian Kaum Minoritas Paling Mengerikan di Dunia

Dalam kurun waktu 3 Bulan kala itu, pembantaian dan pembunuhan terhadap sekitar 800 ribu warga dari entis Tutsi terus terjadi. Mereka mengalami nasib tak enak, mereka dibantai oleh kaum Hulu yang menjadi mayoritas penguasa disana. Namun nasib baik menghampiri mereka, kasus pembantaian oleh penguasa yang kejam akhirnya di bawa ke ranah internasional. Para petinggi yang jadi cikal bakal dalam kasus pembantaian tersebut di tangkap dan diberikan hukuman yang setimpal.

Nah kawan, mungkin itulah empat trageti genosida atau pembantaian paling mengerikan terhadap kaum minoritas di sebuah negara. Sungguh sangat sakit hati ini melihat nasib orang-orang apalagi mereka yang punya keyakinan sama seperti kita menjadi korban dari ngerinya perbuatan kaum mayoritas di sebuah negara. 

Adakah secercah kehidupan, sebuah aturan, dan hukum internasional yang melindungi kaum minoritas di sebuah negara. Ada baiknya kita bisa saling bercengkrama tanpa harus melihat perbedaan. Semoga kelak kaum minoritas menjadi sama derajatnya dan bisa saling bahu membahu membangun sebuah kehidupan yang bahagia antar umat beragama...
loading...

Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.