Fakta Gippeumjo "Pasukan Kenikmatan" di Korea Utara





Fakta Gippeumjo pasukan kenikmatan di Korea Utara - Berbicara tentang Korea Utara hal yang terlintas sejenak di pikiran kita mungkin adalah tentang sebuah negara yang tertutup dan paling di benci di dunia. Hampir semua pemberitaan tentang Korea Utara memang tidak ada yang baiknya, semua yang dilakukan Korea Utara kerap kali menjadi salah salah satu ancaman bagi dunia.

Korea Utara memang berbeda dengan saudara kembarnya. Di kala Korea Selatan maju dengan sistem pemerintahannya yang liberal, Korea Utara malah terpuruk dengan sistem sosial yang di anutnya. Banyak warga Korea Utara yang tertindas dan hidup di jurang kemiskinan. Akan tetapi mereka yang berada di lingkungan pemerintahan malah hidup menyenangkan.


Salah satu yang mengerikan di Korea Utara adalah adanya pasukan khusus yang dibentuk untuk melayani semua kebutuhan birahi sang penguasa. Pasukan tersebut mereka sebut dengan julukan Gippeumjo atau pasukan kenikmatan. Pasukan kenikmatan ini berisikan para wanita cantik, muda dan virgin yang dikumpulkan dari seluruh negeri dan kemudian dilatih untuk dijadikan alat pemuas kebutuhan sang presiden.

Berikut anakregular.com informasikan tentang fakta Gippeumjo "pasukan Kenikmatan" di Korea Utara yang menyakitkan. Silahkan disimak kawan :

Fakta Gippeumjo "Pasukan Kenikmatan" di Korea Utara

4 Fakta Gippeumjo Pasukan Kenikmatan Kepunyaan Kim Jong Un 


Fakta Pertama : Dibalik Sejarah Terbentuknya Gippeumjo

Dari catatan sejarahnya Gippeumjo di Korea Utara pertama kali dibentuk oleh mendiang Kim IL Sung yang merupakan sosok kakek kandung dari Kim Jong Un presiden Korea Utara sekrang. Pada masa kekuasaannya yakki di tahu 70an, setiap tahunnya petugas negara melakukan perekrutan besar-besaran perempuan cantik yang masih berusaia muda dari berbagai daerah di Korea Utara untuk di jadikan pembantu, penyanyi, penari untuk menghibur sang diktator.

Namun yang mengerikan fakta Gippeumjo "pasukan kenikmatan" ini dilakukan secara paksa, karena pada masa itu banyak sekali gadis gadis muda yang masih berada di bangku sekolah. Namun apa daya kareka kukuasaan sang pemimpin yang mutlak dan juga ancaman militer yang tak segan-segan, para orang tua gadis pun tak bisa menolak. 

Pada gadis yang sudah di rekrut ini selanjutnya akan menjalani pelatihan yang sesuai dengan tugasnya nanti. Dan satu yang harus menjadi syarat utama adalah para gadis yang akan dijadikan pasukan kenikmatan sang penguasa haruslah masih perawan, karena itulah mungkin untuk menghindari anak-anaknya dari perekrutan kekuasaan sang diktator banyak para orang tua yang rela menghilangkan kesucian anaknya di usia muda daripada diambil oleh sang penguasa (mungkinkah seperti itu).

Fakta Kedua : Fungsi Gippeumjo

Banyaknya gadis-gadis muda yang direkrut paksa oleh pasukan militer akan dibagi dalam tiga kelompok besar yang siap melayani sang presiden. Mulai dari kelompok Manjokjo (Pelayan Seksual), Haengbokjo (Tukang Pijat), dan Gamujo (Penari dan Penyanyi). Namun sebelum resmi di angkat menjadi Gippeumjo "pasukan kenikmatan" para gadis muda dan perawan ini akan terlebih dahulu di latih secara intensif oleh departemen khusus.

Adapun diakhir pelatihan semua gadis akan dipisahkan, mereka yang punya paras cantik biasanya akan dijadikan selir pemimpin. Setelah sang pemimpin bosan dengan satu perempuan, biasanya para Gippeumjo akan di pensiunkan dengan cara di hibahkan kepada pejabat-pejabat tinggi di negara Korea. Dalam aturannya para Gippeumjo "pasukan kenikmatan" kepunyaan Kim Jong Un ini biasanya akan diberhentikan dengan resmi di usia 22 sampai 25 tahun, dan akan digantikan dengan kelompok Gippeumjo yang baru.

Fakta Ketiga : Pembubaran Gippeumjo di Awal masa Pemerintahan Kim Jong Un

Fakta Gippeumjo "Pasukan Kenikmatan" Selanjutnya yang ada di Korea Utara adalah dimana pasukan kenikmatan pernah dibubarkan pada masa awal pemerintahan presiden Kim Jong Un. Dari kabar yang beredar pembubaran ini tak lepas dari kekhawatiran sang presiden baru terhadap kepercayaan yang ia rasakan dari semua pihak. Tak hanya pembubaran Gippeumjo yang dilakukan, di awal masa kepemipinan Kom Jong Un juga banyak pejabat yang di pecat.

Mereka juga disumpah untuk tidak menceritakan apapun tentang tugas mereka selama melayani ayahnya, dan juga diwajibkan menandatangani perjanjian khusus yang melarang mereka untuk menceritakan rahasia-rahasia negara yang tidak sengaja mereka dengar saat mereka sedang bertugas.

Fakta Keempat : Gippeumjo di Bentuk Kembali

Kabar dari pembubaran gippeumjo 'pasukan kenikmatan" Korea Utara sejatinya menjadi berkah bagi semua penduduk Korea Utara, karena mereka tidak perlu takut tak perlu lagi kehilangan anak-anak mereka yang harus merasakan pahitnya menjadi pasukan kenikmatan di ranah pemerintahan Korea Utara. Namun cerita pahit terulang kembali dikala sang penguasa terkena asam urat ada yang mengusulkan jika pasukan gippeumjo harus dibentuk kembali.

Adapun respon sang presiden pun sangat mengejutkan, tampaknya sang presiden memang butuh pelayan yang bisa melayani semua kebutuhan raga dan batinnya, karena itulah Kim Jong Un melakukan pembentukan kembali pasukan gippeumjo di era kepemimpinannya. Sama seperti cara mendiang kakek nya Kim Jong Un pun melakukan perekrutan gadis-gadis yang masih berusia belia. Namun enaknya Mereka dilatih secara khusus di sebuah hotel mewah, dan mendapat bayaran cukup lumayan untuk ukuran negara miskin seperti Korea Utara.





Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com dengan judul "Fakta Gippeumjo "Pasukan Kenikmatan" di Korea Utara" Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.
Loading...

0 Response to "Fakta Gippeumjo "Pasukan Kenikmatan" di Korea Utara"

Post a Comment

Silahkan berkomentar Sesuai dengan Topik yang dibahas..