5 Kisah Nasib Mantan Atlet Indonesia Yang Jadi Orang Terlupakan





Anakregular.com | Dalam dunia olahraga dan atletik Indonesia sejak dulu telah mengorbitkan dan bahkan telah menghasilkan banyak atlet hebat yang telah membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Tak hanya sekedar numpang turnamen beberapa atlet Indonesia bahkan bisa pulang dengan medali emas yang menjadi impian semua rakyat Indonesia. Para Atlet ini berhasil menjadi yang terbaik dan berhasil membuat bendera Indonesia berkibar sebagai juara yang mengesankan. Namun ironi keberhasilan para atlet ini tak sesuai dengan imbalan yang mereka dapatkan, di usia senja dimasa pensiun medali yang mereka dapatkan tak membuat hidup mereka sejahtera.

Kini setelah tak berurusan lagi dengan kegiatan olahraga dan atletik mereka mencoba bertahan hidup dengan cara yang bisa dikatakan tak sesuai dengan prestasi yang mereka berikan bagi negara. Seolah negara lupa dan menganggap para atletik berjasa ini tak pernah ada bagi Indonesia. Kini nama mereka dilupakan dan medali emas yang didapatkan hanya hiasan semata. Berikut kami informasikan 5 kisah mantan atlet Indonesia yang jadi orang terlupakan. Dalam artian nasib mereka menjadi lebih sengsara setelah menjadi juara dan penyumbang emas bagi Indonesia.

5 Kisah Nasib Mantan Atlet Indonesia Yang Jadi Orang Terlupakan


Denny Thios Atlet Angkat Beban Peraih Medali Emas yang Kini Jadi Tukang Las

5 Kisah Nasib Mantan Atlet Indonesia Yang Jadi Orang Terlupakan

Di era 90-an sejatinya Indonesia punya deretan atlet hebat yang ikut membawa haru nama Indonesia dikancah dunia. Adalah mantan atlet angkat beban bernama Denny Thios yang telah berhasil memecahkan 3 rekor dunia dan berhasil membawa medali emas untuk Indonesia. Namun sayang kini dibalik kerja kerasnya dan keberhasilannya membuat Indonesia menjadi go Internasional, Denny Thios mala terlupakan. Banyak orang khususnya muda mudi sekarang yang tak tau dengan nasibnya sekarang. Apakah mantan atlet ini sejahtera? Jawabannya tentu sangat memprihatinkan kawan.

Seolah prestasi dan jam terbang dulu yang ia gunakan untuk dunia angkat beban ternyata tidak membuat dirinya sukses dan sejahtera di masa senjanya. Kini setelah pensiun, dan untuk bisa terus menghidupi kebutuhan keluarg Denny Thios yang dikenal dengan kekuatan hebatnya saat angkat bebas menjadi tukas las bisa di sebuah bengkel kecil yang ia miliki. Penghasilannya pun sediki tak menentu karena kebutuhan hidup keluarga setiap harinya terus bertambah. Prestasi dan mendali emas yang dulu pernah ia raih seolah tak berharga dan negara pun melupakan jasa-jasanya. Ironi.

Marina Segedi Atlet Pencak Silat Peraih Medail Emas Yang kini Jadi Supir Taksi

5 Kisah Nasib Mantan Atlet Indonesia Yang Jadi Orang Terlupakan

Tak banyak yang tahu dengan sepak terjang mantan atlet yang satu ini. Marina Segedi dulunya merupakan atlet pencak silat andalan Indonesia dalam ajang perhelatan SEA Games se Asia tenggara. Dalam kejuaran Sea Game Filipina tahun 1981 adalah puncak kejayaan dari Atlet yang kini dilupakan tersebut. Di ajang Sea Games tersebut Marina Segedi berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia. Namun sayang prestasi yang ia berikan bagi Indonesia tersebut ternyata tidak membuat hidupnya sejahtera. Kini setelah lepas dan pensiun dari dunia peratletan, kehidupan Marina Segedi terbilang pas-pasan. Bahkan bisa dikatakan lebih memprihatinkan dari yang kita duga. Ia merupakan mantan atlet hebat yang tidak punya rumah dan pekerjaan yang wah.

Kini untuk bertahan hidup dan menjadi penopang untuk kebutuhan dua anaknya ia bekerja sebagai seorang supir taksi. Akan tetapi, nasibnya berubah dan kini sedikit sejahterah sejak tahun 2011 dimana, Marina Segedi bertemu dengan pegawai kemenpora yang bernama Karsono. Karsonolah yang menjadi pembeda dan menjadi malaikat baginya karena telah membuat hidupnya sedikit terangkat. Kini Marina Segedi diberikan tunjangan rumah dri kemenpora dan bisa merasakan kehidupan layaknya seorang yang normal pada umumnya. Medali emas yang ia dapatkan ternyata masih bisa membuat hidupnya berubah walau tak sesejahtera yang dibayangkan.

Hapsani Si Atlet Lari Kebanggaan Indonesia yang Jual Medali Untuk Sesuap Nasi

5 Kisah Nasib Mantan Atlet Indonesia Yang Jadi Orang Terlupakan

Nasib atlet hebat Indonesia yang dilupakan lainnya adalah mantan atlet lari bernama Hapsani. Doi merupakan atlet lari estafet 4x100 meter dan pernah menjadi wakil Indonesia dalam ajang Sea Games di tahun 1981 dan 1983. Semasa menjadi atlet lari Hapsani berhasil meraih medali perak dan perunggu. Walau tak bisa memberikan medali emas namun pencapaian tersebut sudah bisa dikatakan cukup untuk seorang atlet. Namun sayang setelah apa yang ia dapatkan ternyata tak membuat nasib atlet ini berubah. Bahkan di tahun 1999 ia terpaksa menjual medali nya ke pasar loak karena tidak bisa membeli makan untuk kebutuhan perutnya. Ia tidak punya uang sama sekali dan tidak ada tunjangan dari pemerintah.

Leni Haini Mantan Atlet Dayung yang Kini jadi Buruh Cuci, Ironi Kawan!

5 Kisah Nasib Mantan Atlet Indonesia Yang Jadi Orang Terlupakan

Semasa menjadi atlet dayung perahu naga, Leni Haini berhasil menyumbang 2 mendali emas dalam kejuaraan perahu naga se Asia di Singapura, 3 Emas dan 1 perak di kejuaraan dunia perahu naga di Hongkong serta 1 emas pada kejuaraan perahu naga Asia di Taiwan. Namun siapa sangka semua medali yang ia dapatkan ternyata tidak membuat dirinya di kenang oleh negara. Tidak ada tunjangan dan hidupnya pun kini memprihatinkan, beruntung doi tidak menjual semua medali emas yang ia dapatkan.

Atlet yang sudah mulai debut sejak bangku SMP ini memang tidak mengantongi ijazah apapun. Seolah dunia atlet akan membuatnya sejahtera ternyata tidak sama sekali. Kini puluhan tahun berlalu Leni Haini hanya bisa menjadi seorang pegawai buruh cuci biasa hanya untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarga. 

Suharto Mantan Atlet Balap Sepeda yang kini Jadi Tukang Becak

5 Kisah Nasib Mantan Atlet Indonesia Yang Jadi Orang Terlupakan

Terakhir sosok Atlet Indonesia yang kini di lupakan dan nasibnya susah memprihatinkan adalah Suharto. Beliau merupakan seorang atlet balap sepeda yang pernah berhasil menyumbangkan medali emas dalam ajang Sea Games Thailand tahun 1979. Bersama dengan rekan-rekannya yakni Sutiono, Munawar, dan Dasrizal, Suharto berhasil mengalahkan Malaysia di nomor Team time Trial jarak 100 km.

 Tidak hanya itu saja, ia juga mampu menyumbang 2 medali perak untuk nomor jalan raya beregu dan perorangan. Meski berhasil menorehkan prestasi yang bukan sembarang, ternyata ia harus menghabiskan masa tuanya sebagai seorang tukang becak di Surabaya. Sungguh nasib yang tak diharapkan bukan. Semoga di masa mendatang tidak ada lagi Atlet Indonesia yang penuh dengan prestasi dan pernah membuat bangga Indonesia tak bernasib sama seperti mantan atlet hebat diatas.





Perhatian :
Buat kawan-kawan semua jika suka dan ingin mengcopy paste artikel dari anakregular.com dengan judul "5 Kisah Nasib Mantan Atlet Indonesia Yang Jadi Orang Terlupakan" Ada kiranya, kawan-kawan yang baik hati untuk mencantumkan link sumber yang aktif dari blog anakregular.com. Karena satu link yang Anda ambil dan ditaruh di blog atau media sosial lainnya sangatlah penting bagi kami. Terima Kasih.

0 Response to "5 Kisah Nasib Mantan Atlet Indonesia Yang Jadi Orang Terlupakan"

Post a Comment

Silahkan berkomentar Sesuai dengan Topik yang dibahas..